8 Perbedaan Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2

 

8 Perbedaan Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2

8 Perbedaan Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2 - Diabetes adalah penyakit yang ditandai dengan tingginya kadar gula (glukosa) dalam darah. Ada dua jenis diabetes yang umum dikenal, yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2. Meskipun keduanya memiliki gejala yang sama, ada perbedaan mendasar antara keduanya, baik dari segi penyebab, pengobatan, maupun komplikasi. Berikut adalah 8 perbedaan diabetes tipe 1 dan tipe 2 yang perlu Anda ketahui.

Perbedaan Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2 dari Segi Penyebab

Perbedaan utama antara diabetes tipe 1 dan tipe 2 adalah penyebabnya. Diabetes tipe 1 terjadi karena tubuh tidak dapat memproduksi hormon insulin yang berfungsi untuk membantu sel-sel tubuh menyerap gula dari darah dan mengubahnya menjadi energi. Diabetes tipe 1 disebabkan oleh gangguan autoimun, yaitu kondisi di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel beta di pankreas yang bertanggung jawab untuk menghasilkan insulin. Faktor genetik dan infeksi virus tertentu diduga berperan dalam terjadinya gangguan autoimun ini.

Sedangkan diabetes tipe 2 terjadi karena tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara optimal. Insulin masih diproduksi oleh pankreas, tetapi sel-sel tubuh menjadi resisten atau kurang sensitif terhadap insulin. Akibatnya, gula tidak dapat diserap oleh sel-sel tubuh dengan baik dan menumpuk di dalam darah. Faktor-faktor yang meningkatkan risiko terjadinya diabetes tipe 2 adalah gaya hidup tidak sehat, seperti kelebihan berat badan (obesitas), kurang bergerak atau berolahraga, dan pola makan tinggi lemak dan gula.

Perbedaan Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2 dari Segi Gejala

Gejala diabetes tipe 1 dan tipe 2 sebenarnya sama, yaitu:

  • Mudah haus
  • Mudah lapar
  • Sering buang air kecil
  • Berat badan turun tanpa sebab
  • Mudah lelah
  • Penglihatan kabur
  • Luka sulit sembuh

Perbedaan yang terlihat adalah waktu awal kemunculan serta seberapa cepat gejala berkembang. Gejala diabetes tipe 1 biasanya muncul seketika dan cepat dalam waktu beberapa minggu. Sebaliknya, kemunculan gejala diabetes tipe 2 terjadi secara perlahan. Di awal kenaikan gula darah, bahkan gejala tidak tampak jelas.

Perbedaan Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2 dari Segi Pengobatan

Pengobatan diabetes tipe 1 dan tipe 2 juga berbeda. Pada diabetes tipe 1, pengobatan utamanya adalah pemberian insulin melalui suntikan atau pompa insulin. Penderita diabetes tipe 1 harus rutin menyuntikkan insulin sesuai dosis yang ditentukan oleh dokter untuk menjaga kadar gula darah tetap normal. Selain itu, penderita diabetes tipe 1 juga harus mengatur pola makan dan aktivitas fisik agar kadar gula darah tidak naik atau turun secara drastis.

Pada diabetes tipe 2, pengobatan utamanya adalah mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Penderita diabetes tipe 2 harus menurunkan berat badan jika obesitas, mengonsumsi makanan sehat dengan karbohidrat kompleks dan serat tinggi, serta rutin berolahraga untuk meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin. Jika gaya hidup sehat tidak cukup untuk menurunkan gula darah, dokter dapat memberikan obat-obatan oral atau suntikan insulin sesuai kebutuhan.

Perbedaan Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2 dari Segi Komplikasi

Komplikasi diabetes tipe 1 dan tipe 2 juga berbeda. Pada diabetes tipe 1, komplikasi akut yang dapat terjadi adalah ketoasidosis diabetikum (KAD). KAD adalah kondisi di mana kadar gula darah sangat tinggi sehingga tubuh mulai membakar lemak sebagai sumber energi alternatif. Akibatnya, tubuh menghasilkan asam keton yang dapat menyebabkan asidosis atau peningkatan keasaman darah. Gejala KAD antara lain napas berbau buah-buahan, mulut kering, mual, muntah, sakit perut, napas cepat dan dangkal, serta kebingungan atau koma.

Pada diabetes tipe 2, komplikasi akut yang dapat terjadi adalah sindrom hiperglikemik hiperosmolar nonketotik (SHHNK). SHHNK adalah kondisi di mana kadar gula darah sangat tinggi sehingga menyebabkan dehidrasi berat akibat kehilangan cairan melalui urine. Gejala SHHNK antara lain haus berlebihan, mulut kering, kulit kering dan hangat, penglihatan kabur, kebingungan atau koma.

Selain komplikasi akut, diabetes baik tipe 1 maupun tipe 2 juga dapat menyebabkan komplikasi kronis jika tidak ditangani dengan baik. Komplikasi kronis ini meliputi kerusakan pada mata (retinopati), ginjal (nefropati), saraf (neuropati), jantung (kardiovaskular), pembuluh darah (vaskular), serta luka infeksi pada kaki (ulkus diabetikum).

Kesimpulan

Diabetes adalah penyakit yang ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah akibat gangguan pada hormon insulin. Ada dua jenis diabetes yang umum dikenal, yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2. Perbedaan diabetes tipe 1 dan tipe 2 terletak pada penyebabnya. Diabetes tipe 1 disebabkan oleh gangguan autoimun yang merusak sel-sel beta pankreas sehingga produksi insulin menurun atau berhenti total. Sedangkan diabetes tipe 2 disebabkan oleh resistensi insulin yang membuat sel-sel tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara optimal meskipun produksi insulin normal.

Gejala diabetes tipe 1 dan tipe 2 sama-sama meliputi mudah haus, lapar, buang air kecil, lelah, penglihatan kabur, luka sulit sembuh, serta penurunan berat badan tanpa sebab. Perbedaannya adalah gejala diabetes tipe 1 muncul lebih cepat dalam waktu beberapa minggu sedangkan gejala diabetes tipe 2 muncul lebih lambat bahkan tidak jelas di awal.

Pengobatan diabetes tipe 1 utamanya adalah pemberian insulin melalui suntikan atau pompa insulin sesuai dosis yang ditentukan oleh dokter serta mengatur pola makan dan aktivitas fisik agar kadar gula darah tetap normal. Pengobatan diabetes tipe 2 utamanya adalah mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat dengan menurunkan berat badan jika obesitas, mengonsumsi makanan sehat sehat dengan karbohidrat kompleks dan serat tinggi, serta rutin berolahraga untuk meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin. Jika gaya hidup sehat tidak cukup untuk menurunkan gula darah, dokter dapat memberikan obat-obatan oral atau suntikan insulin sesuai kebutuhan.

Komplikasi diabetes tipe 1 dan tipe 2 juga berbeda. Komplikasi akut diabetes tipe 1 adalah ketoasidosis diabetikum (KAD) yang ditandai dengan napas berbau buah-buahan, mual, muntah, sakit perut, napas cepat dan dangkal, serta kebingungan atau koma. Komplikasi akut diabetes tipe 2 adalah sindrom hiperglikemik hiperosmolar nonketotik (SHHNK) yang ditandai dengan haus berlebihan, mulut kering, kulit kering dan hangat, penglihatan kabur, kebingungan atau koma. Komplikasi kronis diabetes baik tipe 1 maupun tipe 2 meliputi kerusakan pada mata, ginjal, saraf, jantung, pembuluh darah, serta luka infeksi pada kaki.

Demikianlah 8 perbedaan diabetes tipe 1 dan tipe 2 yang perlu Anda ketahui. Jika Anda mengalami gejala-gejala diabetes atau memiliki faktor risiko diabetes, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat. Jangan lupa untuk menjaga pola hidup sehat agar kadar gula darah Anda tetap terkontrol.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Kesehatan Sedunia 2023 Sejarah Tema dan Pesan Pentingnya

Kanker pada Anak Jenis Gejala dan Pengobatan

5 Cara Jitu Cegah Flu di Musim Hujan